Bali · Jalan-jalan · Jelajah Nusantara

Senja di Lovina

Tooss! Walaupun cuma teh hangat, yang penting kebersamaan
Tooss! Walaupun cuma teh hangat, yang penting kebersamaan

Berlibur bersama sahabat tentu menyenangkan.

Beberapa bulan yang lalu saya dan 3 orang kawan seperjuangan di kuliah memilih Bali Utara. Sembari membayar janji menginap di rumah salah seorang kawan. Tempatnya di Lovina, Buleleng. Sebuah kawasan wisata yang terkenal dengan lumba-lumbanya.

Perjalanan dimulai dari Denpasar menuju ke utara hingga ke Kota Singaraja. Kurang lebih 3 jam perjalanan dengan sepeda motor. Berhubung belum sempat sarapan kami pun singgah di sebuah warung makan. Membeli beberapa bungkus nasi dan menyantapnya di sebuah pondok bambu. Pondok bambu yang terletak di jalan sebelah utara dengan pemandangan Danau Buyan.

Walaupun tempatnya sederhana, namun terasa menyenangkan. Cuaca dingin memang membuat lapar. Perjalanan pun dilanjutkan. Memasuki Kota Singaraja cuaca berubah. Panas. Mungkin lebih panas dari Denpasar.

Teman kami yang seorang gadis Lovina sudah menanti. Kami akan menghabiskan waktu berkunjung ke beberapa tempat di Singaraja. Melihat lumba-lumba selalu menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Lovina. Biasanya dimulai sebelum matahari terbit. Lumba-lumba akan berloncatan menampakkan diri di Pantai Lovina. Bahkan jika beruntung mereka pun bisa dekat dengan perahu yang kita tumpangi.

IMG_2655

Tidak hanya Lovina, Buleleng menawarkan kawasan wisata lainnya. Tentu saja kami tertarik dengan wisata alamnya. Kami pun menuju pemandian air panas Banjar. Letaknya cukup dekat dari Lovina, yaitu di Desa Banjar. Bau belerang tercium dari pemandian air panas ini. Teman saya pun berpesan, jangan pakai baju putih ya, nanti jadi berwarna kuning. Benar saja. Belerang menimbulkan warna kuning setelah berendam di pemandian air panas ini.

Perjalanan dilanjutkan. Kami tak mau menunggu hingga matahari terbenam. Wihara Buddha Banjar menjadi tujuan selanjutnya. Memasuki areal wihara ini nampak biasa saja. Namun teman saya mengatakan ayo kita lihat ke dalam, makin bagus lho.

IMG_2643

Wah, ternyata mirip di Borobudur ya, ujar seorang teman. Di wihara ini terdapat sebuah candi yang mirip candi Borobudur tapi versi kecil. Kami pun terperangah dengan keasrian tempat ini. Tidak hanya lingkungannya yang bersih, suasananya pun sunyi. Cocok untuk meditasi. Di setiap anak tangga menuju bangunan wihara tertulis kata-kata bijak dari Sang Buddha. Kami pun menyempatkan diri untuk berfoto bersama di depan candi. Walaupun tidak ke Candi Borobudur di Jawa Tengah, yang penting makna bersama dua sahabat ini.

1401255389310

Tidak terasa hari semakin senja. Perjalanan pun kami tutup dengan senja di Pantai Lovina. Sebuah senja yang ditutup dengan matahari yang perlahan menghilang. Hanya bayangan jingga yang tersisa.

1401166508280

Iklan

One thought on “Senja di Lovina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s